ilustrasi: “… di sebuah kantor, ada seorang pegawai baru.. dalam sebulan, prestasinya sudah dipuji oleh banyak rekan & bosnya, tapi ‘Yiz’ justru merasa jengah dengan hadirnya pegawai baru tersebut.. Yiz merasa, anak baru itu terlalu banyak sok tau, bahkan bela-belain untuk menjatuhkan anak baru itu dengan cara-cara tidak sehat…”
Apakah Anda pernah melakoni karakter Yiz dalam hidup Anda?
Jika pernah, berarti Anda pernah merasakan cemburu, iri dengan keberhasilan orang lain. Pertanyaannya sekarang, seberapa sering Anda cemburu? Masih inget gimana rasanya cemburu? Cemburu dan keiirian yang malah bikin kita capek sendiri karena kecemburuan yang membabi buta. Cemburu yang selalu meledak-ledak saat Anda tau, tetangga Anda yang dulunya biasa-biasa saja sekarang bisa sukses bukan kepalang. Hingga Anda rela menghabiskan waktu untuk mengamati setiap gerak-gerik dan aktivitasnya.
Apapun sebutannya, cemburu ato iri ato dengki, seringkali bikin kita repot sendiri kan? Bisa jadi gak konsen, karena kerjaannya mencari celah kelemahan yang dicemburuin, bisa-bisa tidak tidur nyenyak karena setiap waktu menganalisa setiap perbuatannya dengan mengorek sana-sini tentang keberadaan pihak yang dicemburuin. Cemburu aja kok bikin repot ya? Ya emang iya, kalo dalam OTAK kita isinya cuma iri-cemburu-dengki dan selalu curiga dengan keberhasilan orang lain, mana pernah hidup kita tenang, tentram, nyaman. Gak bakalan deh!! Dijamin 1000%.
Karena menjadi pencemburu itu amat sangat merepotkan, dan selalu iri dengan kinerja orang lain itu menyusahkan, makanya AYO CEMBURU!! Loh gimana sih? Iya, saya malah mengajak Anda untuk sering-sering cemburu, untuk rajin-rajin menjadi iri.. Read the rest of this entry »
This afternoon, I’ve just watched Oprah Winfrey Show , which has been my fav show ever, on local tv here. I’ve found a very interesting topic about young media multi-millionaire. One of who really catch my attention is Gurbaksh Chahal. Chahal is the first Indian-American who appear on the Oprah Winfrey Show. And you know, when somebody is invited by Oprah, it means he got something spectacular right?
Yes, Gurbaksh Chahal is fantastic young millionaire. He made a great success when he was only 16 years old. By the time i watched Oprah, I also looked for his story on wikipedia. And here’s what I’ve found that I’d like to share with you.
On December 15, 1998, aged 16, Gurbaksh Chahal dropped out of high school and started his first venture, ClickAgents. ClickAgents was an advertising network focused on performance-based advertising. Two years later, on November 1, 2000, ValueClick announced it agreed to buy ClickAgents in a $40 million all-stock merger.[3] Chahal had a three year non-compete agreement with ValueClick.
In January 12, 2004, Chahal formed BlueLithium another advertising network which was recognized as an innovator in the online advertising space in a Business 2.0 article. In 2006, under Chahal’s leadership, BlueLithium was named Top Innovator by AlwaysOn.
On October 15, 2007, Yahoo! bought BlueLithium for $300 million in cash. He was 25 years old at the time. Chahal remained CEO of the company through the transition period. [6] Chahal is now working on his next start-up, gWallet, a site intended to allow users to find deals on merchandise for which they are looking, via the Internet.
Read the rest of this entry »
“Aku bukanlah Superman… Aku juga bisa nangis…”
Potongan lagu The Lucky Laki itu mengingatkan kita semua bahwa kita emang bukan Superman yang punya kekuatan untuk bisa terbang dan mengarungi dunia dalam sekejap. Kita juga bukan superman karena kita bisa aja toh sakit flu cuman gara-gara temen sekantor kita sakit yang sama. Kita juga bukan Superman karena kita tidak bisa hidup selamanya, dan kita juga bukan Superman karena kita tidak bisa menghindari bahaya sewaktu-waktu yang bisa kita temui, entah itu pas berangkat kuliah, pulang kantor, di dalam rumah sendiri pun kadang kita gak nyadarin ada bahaya yang mengancam toh?
Wah, bukannya nakut-nakutin, tapi cuma belajar untuk waspada. Waspada loh bukannya dikit-dikit cemas dengan apapun yang ada di sekitar kita. Apa bedanya waspada & cemas? Kalo menurut saya, cemas itu perasaan yang justru bisa memberi efek negatif buat kita. Sedangkan waspada, ini adalah bentuk kesiapan kita untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan. Ups, tapi bukan berarti kita ini melangkahi urusan Tuhan loh. Karena waspada itu cerminan bagaimana kita mesti ‘ancang-ancang’ atau membuat planning ke depan lebih baik lagi. Bukankah kita pengen hidup kita ke depan better than before kan?
Sekali lagi, kita bukan Superman yang cuman bisa terkalahkan oleh kryptonite. Bahkan kalo Anda nonton Superman Returns, dimana Superman dihabisin habis-habisan oleh musuh bebuyutannya, Lex Luthor dengan kryptonite, tapi dengan perjuangan yang luar biasa, Superman bisa bangkit & kembali merengkuh hidupnya. Barangkali kita memang bukan Superman, tapi kita bisa belajar filosofi Superman. Apa itu Filosofi Superman? Read the rest of this entry »