“Aku bukanlah Superman… Aku juga bisa nangis…”
Potongan lagu The Lucky Laki itu mengingatkan kita semua bahwa kita emang bukan Superman yang punya kekuatan untuk bisa terbang dan mengarungi dunia dalam sekejap. Kita juga bukan superman karena kita bisa aja toh sakit flu cuman gara-gara temen sekantor kita sakit yang sama. Kita juga bukan Superman karena kita tidak bisa hidup selamanya, dan kita juga bukan Superman karena kita tidak bisa menghindari bahaya sewaktu-waktu yang bisa kita temui, entah itu pas berangkat kuliah, pulang kantor, di dalam rumah sendiri pun kadang kita gak nyadarin ada bahaya yang mengancam toh?
Wah, bukannya nakut-nakutin, tapi cuma belajar untuk waspada. Waspada loh bukannya dikit-dikit cemas dengan apapun yang ada di sekitar kita. Apa bedanya waspada & cemas? Kalo menurut saya, cemas itu perasaan yang justru bisa memberi efek negatif buat kita. Sedangkan waspada, ini adalah bentuk kesiapan kita untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan. Ups, tapi bukan berarti kita ini melangkahi urusan Tuhan loh. Karena waspada itu cerminan bagaimana kita mesti ‘ancang-ancang’ atau membuat planning ke depan lebih baik lagi. Bukankah kita pengen hidup kita ke depan better than before kan?
Sekali lagi, kita bukan Superman yang cuman bisa terkalahkan oleh kryptonite. Bahkan kalo Anda nonton Superman Returns, dimana Superman dihabisin habis-habisan oleh musuh bebuyutannya, Lex Luthor dengan kryptonite, tapi dengan perjuangan yang luar biasa, Superman bisa bangkit & kembali merengkuh hidupnya. Barangkali kita memang bukan Superman, tapi kita bisa belajar filosofi Superman. Apa itu Filosofi Superman?
Taukah Anda, saya justru menemukan filosofi Superman pada yang namanya asuransi. Eittss, bukannya saya agen asuransi loh. Saya dan keluarga saya (suami & anak saya) semua pengguna asuransi. Kenapa saya bilang saya menemukan filosofi Superman pada Asuransi.
Dalam setiap sekuel film Superman, Superboy hingga SmallVille, saya selalu menemukan bahwa dalam kondisi apapun Superman selalu berusaha untuk bisa menolong orang lain, meskipun dalam kondisi terburuk yang dialaminya. Nah, apa korelasinya dengan Asuransi?
FREE PAKET LIPSTICK & LIPSTICK PENCIL SENILAI 70ribuan, ONLY THIS JUNE 2010
|
Begini, jujur saya mengenal betapa pentingnya asuransi dari almarhum kakak saya. Semasa hidupnya, dia pernah cerita ke saya, tentang bagaimana ia sudah menyiapkan asuransi pendidikan untuk kedua anaknya. Ia bahkan bilang, jika sewaktu-waktu ada hal buruk terjadi padanya, pendidikan anak-anaknya sudah terjamin di masa depan. Dan ternyata, Tuhan memanggil kakak saya untuk selamanya di usia yang ke 40 di saat kedua anaknya masih sekolah dan istrinya bukan wanita karir, bukan pula wirausahawan, hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Dari situlah saya sadar betapa pentingnya asuransi, bahwa asuransi bisa membuat hidup kita berarti, meski terkadang kita tidak bisa menikmatinya sendiri. Justru disitulah poinnya, kita bisa membahagiakan orang lain dengan planning asuransi yang kita pilih sesuai kemampuan kita, seperti Superman yang selalu bisa tersenyum setelah berhasil menyelamatkan orang lain.
Siapapun kita, pasti ingin hidup makmur berumur panjang dan selamat selamanya. But hey!! Kita bukan Superman kan? Yang bisa ampuh dengan segala senjata atau malapetaka yang tidak kita duga sebelumnya. So far, saya, suami dan anak saya menggunakan asuransi yang berbeda-beda dengan prospek dan nominal yang berbeda. Sekali lagi, bukan karena kita melangkahi keputusan Tuhan atas hidup kita, tapi alangkah indahnya jika hidup kita lebih terplanning dan terarah.
Soal asuransi mana yang Anda pilih, itu tentunya menjadi pilihan Anda. Kebetulan orang tua saya pun pernah membuat asuransi pendidikan saya di AJB Bumiputera 1912, yang bisa saya manfaatkan saat saya menginjak usia tertentu waktu itu. Bahkan beberapa tahun ke depan, saya juga akan mengunduh manfaat dari AJB Bumiputera 1912, setelah ibu saya waktu itu hanya mencairkan dana pendidikan saya sebagian saja, sedangkan sebagian lain dimasukkan ke AJB Bumiputera 1912 lagi.
Untuk melengkapi sharing tentang Asuransi, saya dan kehidupan saya selama bergabung di asuransi, saya hanya bisa menitipkan satu pesan untuk Anda semua, agar teliti dalam memilih dan memilah mana asuransi yang tepat buat Anda. Sesuaikan dengan kemampuan Anda terutama dengan penghasilan keluarga Anda setiap bulannya. Sekarangpun saya dan suami sengaja menyisihkan hampir separo dari penghasilan kami untuk keperluan asuransi. Bagi kami berdua, asuransi merupakan aset dan investasi yang bernilai. Jika saya dan suami yang masih berpenghasilan belum terlalu besar saja bisa kok punya asuransi, kenapa Anda tidak?
*tulisan ini dibuat dalam rangka Lomba Menulis Asuransi AJB Bumiputera 1912


belum ikutan mbak heheheh masi nabung aja
Lagi terngiang-ngiang sama lagunya Lucky Laki ini, jadi inget postingan ini…..aku…bukanlahlah Superman..tapi….aku Superwoman.he..he..he…
nice advertorial. dikemas dalam cerita yang bagus, jadi terkesan halus dalam berpromosi.
tapi di masyarakat kita, asuransi masih dikenal dengan kejelekannya, yaitu ngotot dalam menagih premi tapi ribet dalam memberikan pencairan klaim.
tapi mudah2an sudah berubah menjadi lebih baik.
sy & anak2 suka sm lagu itu. Menangis itu hal yg wajar kok. Bahkan ke anak sy yg laki2 sy membolehkan dia menangis (krn selalu ada anggapan kl anak laki2 itu gak boleh nangis kan). Kl kt sy sih gpp, yg penting jgn berlebihan aja…
Setuju sekali, asuransi itu penting. Lagian yang namanya asuransi kan nggak melulu asuransi jiwa (kebanyakan orang mengkonotasikan asuransi dengan asuransi jiwa saja), ada juga asuransi pendidikan dan kesehatan. Semuanya penting. Aku, suami dan anak semua juga pengguna asuransi.
Postingan yang bagus dan bermanfaat mbak. Memang asuransi itu perlu untuk cover anak-anak kita.
Saya jg penggemar Smallville n Superman mba
Ah aku jd inget lagu superman…… ama 100 years, so inspiratif post…