dunia InnA DjokdjA
Kemaren pas ngecek fesbuk, saya ketemu salah satu temen SMA saya. Yang menarik, temen saya ini, hampir setiap hari hobby banget telat masuk sekolah, padahal dia tuh kos di belakang sekolah kami. Di kelas pun, termasuk murid yang rata-rata. Alias sedang-sedang saja. Tidak ada yang terlalu istimewa saat saya mengenalnya jaman SMA waktu itu. Seinget saya tidak ada prestasi sekolah atau organisasi penting yang pernah dia ikutin.
Ketika dia memilih untuk kuliah di pariwisata dibanding temen-temen lain yang mengambil jurusan-jurusan favorit, seperti teknik, kedokteran, ekonomi, psikologi, hubungan internasional, hukum, dll, itu juga menjadikan dia sedikit punya pilihan berbeda, untuk kami yang bersekolah di sebuah kota kecil di jawa tengah. Terakhir saya ketemu dia, pas kita sama-sama masa kuliah, dia sedang ada semacam kuliah praktek di salah satu Hotel di kawasan malioboro Jogja. Saat itu pun, belum ada yang terlalu istimewa tentang kuliah ataupun perjalanan hidupnya, semua terlihat biasa-biasa saja.
Nah, pas saya approve dia di fesbuk, saya lihat foto dia dengan background kapal pesiar dibelakangnya. Dalam pikiran saya, langsung terpikir, pasti dia sedang keliling dunia dengan kapal pesiar tersebut. Yah, tentunya bukan buat liburan, tapi buat kerja. Dan memang benar, dia sekarang sedang on duty dengan keliling di beberapa belahan negara di dunia. Bagi saya pribadi, pencapaian seperti ini adalah sebuah hal yang istimewa. Sekalipun mungkin posisi pekerjaan dia di kapal pesiar tidak terlalu ‘tinggi’, tapi perubahan pengalaman hidup, motivasi untuk berkembang & maju, itu yang membuat saya salut.
Karena jika saya bandingkan dengan salah seorang teman saya yang lain, yang masa sekolah dulu termasuk anak yang kritis, brilian dan jago debat, tapi karena salah bergaul masa kuliah, justru menjadikan hidupnya tidak sebrilian ketika masa sekolah dulu, bahkan ketika terakhir dia menghubungi saya, dia masih dalam kondisi ‘linglung’. Padahal jika dikalkulasi, seharusnya temen saya yang brilian inilah yang lebih berhasil di masa depannya, dibandingkan temen saya yang sering telat masuk sekolah dan terbilang standard nilainya.
FREE PAKET LIPSTICK & LIPSTICK PENCIL SENILAI 70ribuan, ONLY THIS JUNE 2010
|
Setidaknya itu hasil yang saya temukan sekarang, karena siapa tahu 10 tahun kedepan, kehidupan kedua temen saya tersebut pastinya punya perubahan-perubahan sesuai dengan pilihan dan kerjakerasnya. Memang sih, kita gak bisa menentukan apa yang akan terjadi pada masa depan kita. Tapi kerjakeras, doa dan usaha merupakan kombinasi luar biasa yang kadang datang kadang pergi. Naik turun.
Misalnya saya sendiri, ketika masa sekolah & kuliah dulu, termasuk yang aktif, doyan organisasi, dengan nilai cukup lumayan. Bayangan saya waktu itu, atau temen-temen saya, nantinya saya bakalan jadi politisi lah atau wanita karir yang kerja kantoran, pergi pagi pulang sore/ malem. Tapi justru sekarang saya amat sangat menikmati menjadi seorang full time mommy dengan pekerjaan sampingan ‘blogger matre’
. Pernah juga saya mencoba untuk bekerja kantoran, barangkali lebih AMAN secara finansial, tapi ternyata saya tidak merasa NYAMAN.
Rupanya aman & nyaman inilah yang membuat setiap orang menentukan pilihan hidupnya. Salut saya untuk para mama, mami, atau bunda seperti Mbak Zee yang bisa kerja kantoran, ngeblog dapet duit, menjadi istri dan ibu buat buah hatinya *dapet traktiran nie dari Mbak Zee abis ini, xixixixixiiixiixiiiiii*. Salut juga buat siapapun yang berjuang untuk keluar dari masa sulitnya, entah itu secara ekonomi, mentally, kepercayaan diri maupun hal-hal krusial yang bisa membuat seseorang patah semangat.
Salut juga untuk siapapun yang tetap mau berkarya di tengah himpitan apapun, karena sejatinya, seperti teori kebutuhan dasar Abraham Maslow, dimana kebutuhan dasar tertinggi adalah aktualisasi diri. Karena siapapun kita, akan merasa NYAMAN sekaligus AMAN ketika kita mampu menekspresikan & mengaktualisasikan diri sesuai dengan kata hati kita. Hmm, berarti coba deh cek lagi, udah merasa nyaman? ato sekedar aman? atau aman dan nyaman?
I Believe I Can. I Believe You Can. I Believe Everyone Can. Can Do Better, Can Hope For The Best.
zee
May 22nd, 2009 at 1:56 pm
hueheuee….. mbak nA, bisa aja…
saya sebenarnya pengen suatu saat bisa jd ftm lho, mbak.. biar bisa mengawasi langsung sang buah hati. apalagi klo ada bisnis sampingan, mgkn jg full time blogger matrek….
tp sekarang ini memang blom sih…
bener mbak, yg penting adalah rasa nyaman dan aman. ada yg merasa aman klo secara ekonomi lbh stabil, mgkn umumnya sih semua berharap begitu ya…aman secara ekonomi. tp yg penting adalah berusaha enjoy dan menikmati apa yg dimiliki, sambil tetep berusaha. mudah2an saja bisa sampe ke zona aman dan nyaman yg kita targetkan.
**wah beneran nih, hrs traktir ni kayaknya
bocahiseng
May 22nd, 2009 at 4:38 pm
memang bayangan kadang gak sesuai bayangan ?
Fa
May 22nd, 2009 at 9:58 pm
saya sudah merasa aman mbak, tapi belum merasa nyaman
*kenyamanannya sedang dicari nih, hehe*
geRrilyawan
May 23rd, 2009 at 4:00 pm
betul…setuju sayah. apapun yang kita lakukan memang harus dengan perasaan nyaman…
kalo nggak kan jadi merasa terpaksa melakukannya, jadinya mungkin ya nggak se”brilian” dibandingkan dengan sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati
manggis
May 24th, 2009 at 2:55 am
Merasa nyaman kalau sudah ‘keluar’ semuanya…
Perlu rasa percaya diri yg besar utk bisa benar2 aktualisasi diri itu ya mbak…
bocahcilik
May 24th, 2009 at 5:00 pm
nah, aman dan nyaman itu sendiri semua tergantung selera masing-masing pribadi ya kan?
ndak ada patokan jelasnya gimana…pokoknya mah yang penting aman, nyaman pulak. ya to?
HumorBendol
May 25th, 2009 at 1:00 am
Ya iyalah bu..kerja yang dibutuhkan adalah yang Aman dan Nyaman. Tapi terkadang, kalo kita kepepet, gak nyaman pun bisa dilakukan, sambil menunggu yang nyaman.
Nah loh…mbulet kan?
hehe….
harry seenthing
May 25th, 2009 at 4:11 pm
wah syukur dech kalo dah aman….
cebong ipiet
May 26th, 2009 at 1:08 am
sampe detik ini merasa nyaman dan aman saja hehehe kalo ada yg bilang kita terlena dalam area comfort zone, lah emg mau sampe kapan loncat loncat, suatu saat pasti menginginkan aman dan nyaman
ammadis
May 26th, 2009 at 1:38 am
Hayoo semangat lagi…hidup kudu semangat dan tingkatkan rasa percaya diri…dapat semuanya lho!
ke2nai
May 26th, 2009 at 2:45 am
berarti temen yg di pariwisata itu dr dulu udah tau y apa yg jd tujuan hidupnya dia.. Penting bgt tuh kita tau apa sih tujuan hidup kita..
mata
May 26th, 2009 at 3:04 am
memang yang penting harus ada rasa nyaman.
casual cutie
May 26th, 2009 at 4:34 am
nasib seseorang ga bisa diliat dari pintar apa ga nya dia. banyak kok orang2 pintar yang masih linglung, bingung mau cari kerja apa, mau jadi apa. hehehe
Rusa Bawean™
May 26th, 2009 at 9:07 am
wahhh
seru ya
kerja plus keliling dunia
starlight21
May 26th, 2009 at 11:10 am
yang penting aman dulu. nyamannya bisa nyusul
Belajar Berpikir… « dunia nA
July 5th, 2009 at 1:39 pm
[...] postingan saya sebelumnya tentang aman & nyaman, barangkali temen saya ini udah ada pada level tersebut. Bahkan kalo saya inget kembali salah satu [...]
Jangan Pernah Takut ‘Gagal’ - dunia nA
January 20th, 2010 at 2:02 pm
[...] Komitmen. Selain itu salut juga untuk ‘Bapak’ yang saya sebutkan tadi, yang telah memberikan kesempatan & kepercayaan untuk teman saya bertahan, berjuang, & berusaha untuk menjadi lebih baik [...]