FREE PAKET LIPSTICK & LIPSTICK PENCIL SENILAI 70ribuan, ONLY THIS JUNE 2010

Gak doyan infotainment?? Gak masalah, disini cuma judul aja kok. Saya lebih tertarik untuk mencermatinya secara konsep relationshipnya. Ayo kita mulai nggosip intip sisi lain di balik berita yang sedang bikin geger ranah infotainment.

Kalo berdasar cerita yang beredar, hubungan antara mantan istrinya Syaiful Jamil dengan kekasih barunya ini terjadi tidak secara alamiah, maksudnya salah satu pihak ‘menguna-gunai’ alias ‘memantrai’ pihak lain untuk mendapatkan uangnya cintanya. Dan parahnya lagi, pihak yang disinyalir memakai ‘ajian takhluk cinta’ ini, berusaha untuk nguras bak mandi harta pihak yang jadi incarannya.

Saya jadi mikir, sebuah hubungan yang dilandasi dengan ‘ilmu perdukunan’, apakah memang perlu?? Kalo emang cinta, emang sayang, kan seharusnya melalui proses yang alami. Dari mata turun ke hati, dari mulai perkenalan, rasa simpati, rasa ingin memiliki & dimiliki, rasa gembira saat bertemu, rasa kangen saat jauh, maupun rasa gelisah saat si dia dekat dengan yang lain.

Toh sekalipun saya mencoba untuk tidak percaya, tapi di dunia serba google dan yahoo ini rupanya secara sadar, saya juga sempat menemukan beberapa kasus serupa di lingkungan teman atau kerabat saya. Beberapa mengaku pernah kena pelet sama mantannya. Boleh kok kalo Anda pikir itu gak make sense sama sekali!! Sah-sah aja kalo Anda pikir ngapain juga mesti pake pelet buat dapetin cinta seseorang, gak ada cara lain apa? Itu dia yang juga jadi pertanyaan besar buat saya?? Apa karena saking ngebetnya ama tuh orang, saking cinta matinya, saking gak mau melepaskan, ampe-ampe jopa-japu mesti dihembuskan untuk meraih hati si dia. Menurut pengakuan beberapa orang yang sempat kena pelet, ajian ‘lengket cinta’ itu berasal dari orang yang pernah mereka sakiti terutama secara lisan *mulutmu adalah harimaumu*

Hari gini naklukin cinta pake Pelet?? Apakah cinta model seperti ini akan abadi?? Apakah korban yang kena pelet itu gak bisa ‘nyadar’ bahwa ada yang salah pada dirinya, karena menurut pengakuan beberapa orang yang kena, mereka bener-bener kehilangan kontrol atas dirinya, alias linglung, tahunya cuma pengen deket ama si pemelet. Ato diantara d’bloggerian yang sedang baca tulisan ini sekarang, pernah ngalamin sebagai korban yang dipelet, ato sebaliknya jangan-jangan pernah melet untuk mendapatkan cinta?? Naudzubilllah banget deh. Sesuatu yang suci, murni, dan bersih itu pastinya akan lebih melekat dan membuat segalanya terasa indah.

Pelet *kata yang pernah kepelet nih* bisa dengan berbagai macam cara, Mulai dari parfum yang disemprotin ke target, bekas kunyahan permen karet si target yang terus dikunyah ama si pemelet (Yaacckkkk!!!! Mau2nya sih melet harus pake rela ngunyah permen karet bekas orang lain.. IIhhh ogahhh..!!), ampe yang kepelet pake teh dengan ramuan khusus *dalam hal ini targetnya cowok, jadi si pemelet (cewek) memakai pembalut haid yang maaaff yaaaa masih ada D****Hnya dicelupin ke teh/ minuman si target…. (ini lebih jijay bajai lagiiiiii bukan??)

Ok ok cukup cukup yang pengen muntah gara-gara info diatas diharap tenang, tenang, tenang.. Pertama kali saya denger langsung dari para korban-korban itu, saya juga muel bin heran. Ampe sekarang nulis postingan inipun masih diliputi tanda tanya besar, benarkah itu semua??

Kalow semua itu benar, pertanyaan saya berikutnya adalah: gimana cara menghindari terkena pelet??? Sebagai orang yang beriman, tentu saja tingkatan spiritualitas menjadi faktor yang amat sangat menjadi dasar terbentuknya mental & karakter yang kuat. Bahkan kata seorang temen saya, kalo kita termasuk orang yang cenderung ceria, berpikiran positif, gak pernah pingsan, dan keluarga yang harmonis, itu berarti kita lolos dari zona pelet yang akan mendekat ke diri kita.

Sekali lagi di blog ini boleh beda opini. Yang mengakui bahwa pelet itu BIG NO NO, ya silahkan. Yang menyakini bahwa pelet itu nyata adanya, ya monggo ajah. Sing penting, buat Anda yang sedang jatuh cinta dan mengusahakan mendapatkan cinta ato sedang mabok cinta, saya harap Anda bisa lebih arif & bijak dalam menyikapi kemurnian & ketulusan cinta itu sendiri. Cintailah seseorang dengan apa adanya, cinta itu bukan paksaan, jadi gak perlu ‘dukun bertindak gara-gara cinta ditolak’. Plus pelajaran buat kita semua, bahwa nyakitin orang lain baik secara perasaan atopun fisik itu emang bisa bikin segalanya jadi gak karu-karuan. Yah, itung-itung kita punya kendali diri dalam hidup yang kuat lah *begitu teorinya*


Related Post