RSS

Kasus Manohara: Lemahnya Diplomasi Indonesia??

Sebenernya uda gak pengen ngulik-ulik lagi masalah ini, tapi secara dulu saya dan suami pernah mencicipi kuliah di Hubungan Internasional & sempat ‘magang’ di Deplu, jadinya gregetan juga pengen nulis tentang pulangnya Manohara Odelia Pinot ke Indonesia yang justru membuat malu perwakilan Indonesia di luar negeri. Yah, bisa dibilang kalo Deplu adalah gerbang pertama sebuah negara dan tentunya bertugas untuk melindungi warga negaranya dimanapun berada.

Dalam beberapa wawancaranya di banyak media, Manohara berulang kali menyatakan kekecewaannya pada pihak Kedutaan Indonesia di Malaysia, berikut pula ketika justru ibunda Mano yang berusaha menyelamatkan Mano justru mendapat bantuan dari kedutaan Amerika di Singapura, which is itu adalah FBI, beserta dengan polisi Singapura. Lah, pas kejadian penjemputan itu, kemana perwakilan resmi dari negara kita?

Dari sebuah interview, Manohara Odelia Pinot menyebutkan, karena waktu itu sedang hari libur, jadi tidak bisa melakukan pengaduan. What???? Sggghh, maluuu deh saya denger hal ini. Sebegitu lumpuhkan diplomat-diplomat kita di luar negeri? Atau memang benar bahwa rumor yang sering saya dengar bahwa perwakilan kita di luar negeri hanya bertugas untuk memperingati hari-hari nasional saja? Seperti hari kartini, 17 agustus, ataupun kumpul-kumpul hari besar agama.

FREE PAKET LIPSTICK & LIPSTICK PENCIL SENILAI 70ribuan, ONLY THIS JUNE 2010

Dan sekarang, ketika Manohara dan keluarga mencoba untuk mengungkapkan tentang siapa saja yang telah membantu mereka, kini giliran beberapa pihak Deplu dan kedutaan mencoba untuk mengklarifikasi bahwa sebenarnya mereka sedang dalam proses membantu. Hmm, tapi kenapa ketika warga negaranya dalam kondisi bahaya, hari liburpun tidak ada pelayanan?

Itu barangkali yang membuat saya & suami yang sempat kuliah di jurusan para calon diplomat itu memilih untuk tidak berkiprah sesuai dengan ilmu di bangku kuliah. Maaf, tulisan ini bukan untuk mendiskreditkan para diplomat kita yang saya yakin dipilih dari yang terbaik di negeri ini, tapi apakah para pilihan terbaik itu mampu memberikan harapan besar agar dengan lebih ‘berani’ di mata internasional, yaaa at least bisa melindungi warga negara Indonesia di luar negeri.

Baca juga berita seputar Manohara Odelia Pinot:

Manohara pulang ke Indonesia

Kronologi kaburnya Manohara dari putra raja Kelantan

Related Post


13 Comments Add Yours ↓

  1. 1

    Bukan lemahnya diplomasi, tapi pemerintah kita seperti macam ompong.
    Salam kenal
    Oddie

  2. 2

    Yuhuuu begadang gak nih ?

  3. 3

    yaa begitulah nA :(

  4. Marissa #
    4

    Emang diplomat kita pada mandul.. dimana mana terjadi penganiayaan masyarakat Indonesia di Luar negeri mereka selalu telat, dan kalopun membantu setengah setengah..
    Kalo gini terus menerus lama2 dijajah juga nih bangsa. ama Malaysia aja takut… Wibawa bangsa ini udah ke laut..

  5. rose #
    5

    malaysia mendapat ligitan dan sipadan dengan berhak, melalui mahkamah antarabangsa. Masuk court dan terhasil benar milik kami. batik kami lain dari batik indonesia. malaysia lebih termirip thailand kerana kami dari lembah mekong dan yunan. kan kamu tau budaya melayu kan luas, dulunya Riau juga milik kami tapi terhasil Inggeris belanda, Riau dimasukkan ke Indonesia. Masih malaysia tidak emosi.Sedih memang sedih saudara tapi emosi tidak hingga mahu ganyang sesiapa. terlalu ramai orang indonesia di malaysia hidup lebih baik dari orang malaysia sendiri. sub kontrator indonesia yang kerjanya 5 atau 6 orang buat rumah atau buat extension rumah boleh dapat RM30,000 . Kenapa saya tau..Ahhh saya kan banker.. ada sesiapa mahu seberang?..masih boleh lagi donk..makanya jangan cakap yang enak..

  6. 6

    aku tu sempey shock waktu manohara crita kalo dia telpon ke indonesia embassy dan bilang “emergency”. tapi di sana malah jawab: “maaf mba, ini hari libur”.

    what the..

  7. 7

    duh, aku jadi takut ne mikir lelakiku yang ada di luar sana….gimana ya kalo terjadi sesuatu ma dia truss mesti ngadu kamana ?? apa semua deplu dan kedutaan seperti itu ???

  8. 8

    duhh bingung juga mau komentar apa ? sedih banget emang ?? mungkin emang perlu diperbaikin lagi…. kenapa mesti kedubes negara lain yang malah membantu (dubes as) karana ayah Manohara adalah warga AS ??

    gimana kalau tki-tki yang bekerja disana minta tolong ?? yang gak tau cara menghubungi dubes disana ??? :(

  9. 9

    sependapat sm komennya humor bedol.. kebudayaan yg berpindah, pulau & juga kapal tetangga yang main tp permisi ke rumah kita salah satu penyebabnya krn kitanya juga yg mungkin terlihat lemah.. Bahkan ketika seorang WNI minta pertolongan dalam keadaan emergency pun mrk tetap memilih liburan..

  10. 10

    Maaf neh…Negara kita emang “lemah” banget di mata dunia.
    Kebudayaan kita bisa pindah tangan, pulau juga bisa, bahkan kapal negara tetangga bisa “maen” ke negeri kita.
    Ngeri ah…
    Tidur aja deh
    hehe….

  11. 11

    Departemen Luar Negeri mirip Anggota Dewan kita, yang tidak mencerminkan wakil rakyat…

  12. 12

    Wiii, padahal Saya ada rencana Masuk PK 6 Untuk Kekhususan Hukum Internasional … Hahahaha

  13. 13

    Yang boleh dari seorang pangeran adalah:
    1. Botak. Bahkan uangnyapun tak dapat menolong memperbaiki kepalanya yang botak. I wonder bagaimana mamanya Manohara bisa sebuta itu.
    2. Berwajah mirip pelawak. Meskipun baru kali ini saya jumpai yang seperti ini, tapi yaaa sejujurnya si Tengku memang wajahnya mirip Udjo Project Pop. Jadi memang jauh dari berwibawa.
    3. (Ini tidak boleh di mata kita, tapi tak berpengaruh di kalangan kerajaan, jadi saya anggap apapun kata kita, bagi mereka ini boleh.)Meregenerasi pola kepemimpinan yang menganut disiplin otoritarian. Biarpun ada PBB, Malaysia adalah negara kerajaan yang notabene identik dengan absolutisme. Rakyatnya saja belum sebebas kita dalam berpendapat. Kesimpulannya, karena mereka menganggap ini sebagai sesuatu yang lumrah, lebih baik orang Indonesia tak perlu tergiur lagi jika kelak dipinang oleh makhluk2 dari dalam kerajaan, karena absolutisme sudah tidak populer lagi untuk jaman sekarang.

    Besok kalau United Kingdom sudah menjadi United Republicdom(istilah saya sendiri hehehe), mungkin rakyat Malaysia baru mau menyusul menyusun people power untuk merubah negara mereka menjadi republik. Pada saat itu terjadi, psikopat seperti Fakhry (kembarannya Udjo Project Pop) tak mungkin lagi berkutik.

    Saya sangat bersimpati dengan Manohara, makanya saya ingatkan Manohara, “next time find a husband from a democratic country!!”

    Oh tak lupa kalau besok ada gerakan GANYANG MALAYSIA, saya orang pertama yang mau jadi relawan. Pasalnya dari asset budaya hingga asset teritorial mau diklaim mereka. Siapa takut? Mereka mewek sama Inggris, kita merengek sama Obama. Setuju?



Your Comment






This site is protected by WP-CopyRightPro