<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dunia nA &#187; cintai produk dalam negeri</title>
	<atom:link href="http://mylifemylearning.com/tag/cintai-produk-dalam-negeri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mylifemylearning.com</link>
	<description>dunia InnA DjokdjA</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 14:42:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Save Batik Indonesia: Just A Slogan?</title>
		<link>http://mylifemylearning.com/save-batik-indonesia-just-a-slogan/</link>
		<comments>http://mylifemylearning.com/save-batik-indonesia-just-a-slogan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 00:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[batik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cintai produk dalam negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mylifemylearning.com/?p=1176</guid>
		<description><![CDATA[Gak kerasa juga ya, ternyata udah sekitar 6 bulan ini saya nekunin baju batik online. Dari awal motivasi pengen punya usaha online yang tidak full online. Kalau istilah saya,  toko atau butik online itu termasuk kombinasi usaha online &#38; offline, artinya bisnis online yang tidak 100% beraktivitas di online, tapi juga butuh belanja sana belanja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gak kerasa juga ya, ternyata udah sekitar 6 bulan ini saya nekunin <a href="http://dechantique.com"><strong>baju batik online</strong></a>. Dari awal motivasi pengen punya usaha online yang tidak full online. Kalau istilah saya,  toko atau butik online itu termasuk kombinasi usaha online &amp; offline, artinya <a href="http://mylifemylearning.com/muda-kaya-bergaya-mauu/"><strong>bisnis online</strong></a> yang tidak 100% beraktivitas di online, tapi juga butuh belanja sana belanja sini sampai <a href="http://mylifemylearning.com/lowongan-kerja-dari-rumah/"><strong>bagian terfavorit</strong></a> saya, product photo session. Tapi belakangan ini, seiring ide-ide inovasi yang muncul, keinginan saya untuk mempelajari batik makin menjadi-jadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulai dari koleksi segala macam buku tentang batik, bertanya dengan orang-orang yang memang ahli dalam bidang membatik, hingga mendatangi beberapa<strong> </strong>pengrajin batik di Jogjakarta. Menarik ternyata, selain menjalin silahturahmi dengan beberapa pelaku industri Batik di kota Gudeg yang sudah tahunan bergerak dalam bisnis ini, seringkali para pengrajin batik dalam skala UKM menceritakan tentang betapa perjuangan mereka sebagi pengrajin skala kecil dan menengah saat menghadapi pemain-pemain bisnis Batik berskala besar (buyer).<span id="more-1176"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Buyer-buyer yang sering pengrajin Batik hadapi, ada yang kadang lebih tau tentang filosofi &amp; kualitas batik dibandingkan pengrajin si pengrajin, ada buyer2 yang manusiawi &amp; mau bekerjasama dengan baik, tapi ada pula yang cenderung  memanfaatkan <strong><a href="http://mylifemylearning.com/great-learning-from-gurbaksh-chahal/">kerja keras</a> </strong>para pengrajin Batik yang merupakan pekerja terbawah &amp; terutama dalam proses pembuatan Batik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari cerita beberapa pengrajin yang saya temui, mereka menyebutkan para cukong batik alias buyer2 batik yang punya modal besar &amp; bahkan toko-toko Batik besar di <a href="http://mylifemylearning.com/visit-museum-ullen-sentalu/"><strong>kota Jogja</strong></a>, seringkali mengambil barang tanpa membayar terlebih dahulu. Baru kemudian 3-4 bulan kemudian, barang-barang pengrajin yang tidak laku akan diretur dengan barang baru. Penderitaan para pengrajin itu gak  berhenti sampe disitu saja, karena proses pembayarannya pun sistem Bilyet, yang bisa dicairkan setelah nunggu proses kurang  lebih 2 bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal inilah yang membuat sebagian pengrajin Batik, malas atau bahkan tidak mau lagi untuk berurusan dengan <a href="http://mylifemylearning.com/hmmmm/"><strong>toko-toko batik</strong></a> bermodal besar. Karena otomatis, dengan pola seperti itu ditambah dengan permintaan harga yang amat sangat minim, membuat banyak pengrajin bukannya untung malah buntung, karena gimanapun juga mereka juga butuh modal kembali cepat, agar bisa produksi lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Solusinya, para pengrajin Batik ini lebih senang mengikuti pameran-pameran yang diadakan di mall atau kota-kota lainnya. Sekalipun terkadang membutuhkan modal yang lumayan, tapi hasil dari setiap mengikuti pameran, jauh lebih menguntungkan, dibandingkan menitipkan baju-baju batiknya di toko-toko Batik berskala besar &amp; terkenal. Selain itu, buyer2 kecil yang mengambil barang langsung membayar, meskipun sedikit, tapi lebih membantu penghidupan para pengrajin.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmm, ternyata penjajahan akan Batik bukan cuman dari Batik-batik China yang terkenal murah aja kan? Karena momok terbesar para pengrajin batik itupun ternyata justru berasal dari pengusaha-pengusaha Batik kelas kakap. Lalu, gimana dengan slogan-slogan Cintai Produk Dalam Negeri, <a href="http://mylifemylearning.com/save-batik-indonesia-just-a-slogan/"><strong>Save Batik Indonesia</strong></a>, Selamatkan &amp; Cintai Batik Indonesia? Sementara kecintaan akan batik ternyata bukan hanya terletak pada kita suka akan <a href="http://batikmalioboro.com"><strong>motif baju batik/ kain batik</strong></a> tapi juga pada <span style="text-decoration: underline;"><strong>Siapa yang Berjasa</strong></span> membuat batik itu sendiri.</p>
<h3  class="related_post_title">Related Post</h3><ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mylifemylearning.com/save-batik-indonesia-just-a-slogan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
