Semua ini karena dia
Dia yang telah mempesonaku dengan senyumnya
Dia yang telah memikatku dengan tawa manjanya
Dia yang membuat semangat hidupku kembali bersemi
Semua ini karena dia
Dia yang membawaku sepercik harapan untuk selalu ‘bangkit’
Dia yang memberiku kecupan manis dalam setiap doa polosnya
Dia yang menyambutku dengan seucap kata penuh cinta
Teruntuk dia:
Maafkan aku, jika aku tak bisa selalu ada
FREE PAKET LIPSTICK & LIPSTICK PENCIL SENILAI 70ribuan, ONLY THIS JUNE 2010
|
Maafkan aku, jika aku kadang mesti berbagi waktu
Maafkan aku, jika tak jarang aku harus berbagi perasaan
Maafkan aku, jika kataku membuatmu menangis
Maafkan aku, jika amarahku membuatmu bersedih
Teruntuk dia, yang telah mengisi hidupku selama 20 bulan ini.
Teruntuk dia, yang terlelap dalam rahimku selama 9 bulan 10 hari.
Teruntuk dia, yang selalu terngiang dalam setiap doaku
*teruntuk dia, teruntuk my lovely baby, Ical (Saladdin Saddha). Maafin bunda yaaa…. Yang kadang belum sepenuhnya bisa sabar menghadapi polahmu Nak…


..wah.. Namanya Saladdin ya.. Hemm.. Semoga kelak bisa mengikuti jejak pendahulunya 8 ratusan tahun silam..
puisi yg menghanyutkan
met libur iedul adha
wah bisa minta tolong bikinin puisi buat
nembak cewe nie….hehehee
Bahagia, sedih dan harapan kadang tak cukup dirasakan, dan terlalu undah untuk diungkapkan. Selamat berbahagia.
waduuw.. puisinya menyentuh sangat..
anak memang slalu meng-inspirasi kedua orangtuanya
wahh keren puisinya,, bisa jadi bahan contekan nich
Puisi yang bagus.. salut
sangat nmembahagiakan merasakan suatu kehidupan baru di dalam raga Qta…

semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Tuhan…
Nice poem
hehhehe………
saya kirain teruntuk saya bun…….